Meninggalkan Debat, Lebih Selamat..

Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab Al-Wushoby

Wahai penuntut ilmu, jika engkau membuka pintu debat bersama temanmu maka sungguh kamu telah membuka pintu penyakit fitnah untuk dirimu. Apabila seorang penuntut ilmu tidak menjauhkan diri darinya tentu akan mendapatkan marabahaya. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasalam bersabda :

“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan petunjuk kecuali ALLAH berikan kepada mereka ilmu debat. Kemudian beliau Shallallahu ‘alayhi wasallam membaca: “Mereka tidak memberikan perumpamaan kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. “ [Hadits Riwayat At-Tirmidzi dan selainnya dari shahabat Abu Umamah Al-Bahily].

Saya masih teringat seorang teman ketika awal belajar di Madinah, mungkin kurang lebih 24 atau 25 tahun yang silam, dia terkenal banyak berdebat. Terkadang dia berdebat mulai dari setelah Isya’ sampai akhir tengah malam. Ternyata pada akhirnya dia mendapatkan kegagalan, tidak menjaga waktu, tidak beristighfar, bertasbih, bertahlil, bangun malam dan tidak melaksanakan bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam .

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bukanlah pendebat. Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam pergi ke rumah Fathimah dan ‘Ali Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu ketika beliau ingin membangunkan keduanya untuk shalat malam, beliau mengetuk pintu dan berkata : “ Tidak-kah kalian bangun untuk melaksanakan shalat ?”, ‘Ali mengatakan : “Sesungguhnya jiwa kami berada di tangan ALLAH, Dia membangunkan sesuai dengan kehendak-Nya.” Beliau Shallallahu ‘alayhi wasallam berbalik sambil memukul paha ‘Ali dan berkata : “dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.” [Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat :54]

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam tidak-lah mendebat ‘Ali Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, dan Beliau menganggap bahwa apa yang dijawab ‘Ali termasuk dari jidal (debat) dengan berdalilkan firman ALLAH Ta’ala :

“dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.” [Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat :54]

Wahai penuntut ilmu, jauhilah dari perdebatan karena hal yang demikian itu menyebabkan kemurkaan dan kebencian di dalam hati. Katakan kepada temanmu apa yang engkau ketahui, jika temanmu mengatakan tidak, kembalikan-lah permasalahannya kepada syaikh-mu, dan sekali lagi menjauhlah kamu dari perdebatan. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :

“ Apabila kalian berselisih di dalam Al-Qur’an maka tinggalkan tempat-tempat itu.” [Muttafaqun ‘alaihi]

Apabila terjadi di suatu majelis perdebatan, yang satu menyatakan demikian dan yang lain menyatakan demikian, maka dengarkanlah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam di atas, dan janganlah kalian duduk di tempat itu dan jangan mencoba untuk membuka perdebatan. Berhati-hatilah kamu dari debat dan peliharalah waktumu, insya ALLAH engkau akan saling mencintai dan saling menyayangi.

–Allahu a’lam bish- shawab–

=======================================

Diambil dari buku yang berjudul: 20 Mutiara Indah Bagi Penuntut Ilmu dan Da’i Ilallah.Karya: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab al-Wushoby & Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i. Penerjemah: Abu Usamah Abdurrahman Al-Lomboki. Penerbit : Al- Atsary, Cileungsi- Bogor, Cet. Ke-2. Juli 2005 M. Hal. 74-76.