Hukum Memasang/Menuliskan Lafazh/Tulisan Jalalah Allah dan Muhammad Secara Berdampingan pada Dinding, Buku atau Mushaf.

Oleh : As-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullahu Ta’ala

Pertanyaan :

Sering kita melihat pada dinding tulisan lafazh Jalalah ‘ALLAH’ dan di sampingnya lafazh ‘ Muhammad’ atau terdapat pada buku dan sebagian mushaf. Apakah tempat untuk lafazh ini benar ?

Jawab :

Tempatnya tidak benar. Karena hal ini berarti menjadikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai tandingan ALLAH yang sama dengan-Nya. Jika ada orang yang melihat tulisan ini dan ia tidak tahu nama kedua hal itu, ia akan meyakini bahwa kedua hal itu adalah sama dan serupa. Maka, wajib menghilangkan nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

Namun kemudian, perhatian tertuju pada tulisan lafazh ‘ALLAH’ saja. Ini adalah satu kata yang biasa diucapkan oleh orang – orang sufi sebagai ganti dari dzikir. Mereka biasa mengucapkan “ALLAH…ALLAH…ALLAH” dan tidak “Muhammad”. Maka dari itu berarti harus dihilangkan juga. Tidak menulis “ALLAH” dan tidak juga menulis “Muhammad” pada dinding dan pada media selainnya.

Sumber :
Disalin dari buku yang berjudul : Beragam Ungkapan dan Pehaman dalam Timbangan Syari’ah (Judul Asli : Al-Manahil Lafzhiyah) halaman : 12.
Penulis : Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dan Takhrij dari Maktabah Sunnah Kairo, Mesir.
Penerjemah : Abu Zaid Resa Gunarsa; Editor : Abu ‘Umar Al-Bankawy
Muraja’ah : Al-Ustadz Ali Basuki
Penerbit : Al-‘Ilmu; Cetakan Pertama, Dzulqa’dah 1427 H – Desember 2006.

–Diperkenankan untuk meng-copy artikel dengan menyertakan URL sumber-nya–