Dakwah Kami
Prinsip-prinsip Dakwah Salafiyyah
Dakwah Salafiyyah adalah seruan kepada jalan Allah agar manusia mentauhidkan-Nya. Dakwah kepada jalan Allah merupakan dakwah para rasul ‘alaihimus salam. Allah berfirman:
“Dan tidaklah kami mengutus seorang rasul pun sebelummu (wahai Nabi melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Aku, maka kepada-Kulah hendaknya kalian beribadah.” (Al-Anbiya’: 25)
Dakwah Salafiyyah memiliki beberapa prinsip, sesuai dengan manhaj yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana dakwah-dakwah bid’ah yang berkiprah saat ini mesti menyelisihi salah satu atau lebih dari beberapa prinsip tersebut. Adapun prinsip-prinsip yang kami maksud adalah sebagai berikut:
1. Dakwah Salafiyyah berdiri di atas ilmu yang haq.
Seorang yang menyeru kepada Dakwah Salafiyyah harus berilmu sebelum berdakwah. Karena seorang yang bodoh akan banyak membuat kerusakan dari arah yang dia mengiranya sebagai kebaikan. Allah berfirman:
“Katakanlah : ( Wahai Nabi ), inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, berdakwah kepada jalan Allah di atas bashirah, maha suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang berbuat syirik.” (Yusuf: 108 )
Bashirah dalam ayat ini bermakna ilmu , keyakinan, dan keterangan yang nyata, baik secara syar’i maupun ‘aqly.
2. Dakwah Salafiyyah berdiri di atas sikap beramal dengan ilmu.
Seorang yang menyeru kepada Dakwah Salafiyyah semestinya menjadi teladan yang baik bagi umat ini, di mana perbuatannya membenarkan perkataannya. Sehingga ahli bid’ah tidak memperoleh kesempatan untuk menyerang dan menjatuhkannya. Allah berfirman:
“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang-orang yang menyeru kepada Allah dan beramal shalih, lalu dia berkata, sesungguhnya aku termasuk dari orang-orang yang berserah diri”. (Al-Fushshilat: 33)
3. Dakwah Salafiyyah berdiri di atas keikhlasan dalam berilmu, beramal, dan
berdakwah.
Seorang yang menyeru kepada Dakwah Salafiyyah seyogyanya memiliki niat yang ikhlas kepada Allah dalam tiga perkara yang tadi disebutkan. Keikhlasan yang tidak dicampuri oleh riya, keinginan mencari popularitas, ambisi kepemimpinan, atau keserakahan terhadap berbagai kesenangan dunia. Sebab itulah, dakwahnya harus benar-benar untuk Allah dan dalam rangka mencari ganjaran di sisi-Nya, bukan untuk memenuhi godaan hawa nafsu.
Allah berfirman tentang kisah Nabi Shaleh ketika berdakwah kepada kaumnya:
“Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepada kalian atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam. “(Asy-Syu’ara: 145)
4. Dakwah Salafiyyah berdiri di atas perbaikan di berbagai sektor yang fundamental dalam Islam.
Perbaikan itu dimulai dan diutamakan dalam bidang aqidah dan tauhid, yang diaplikasikan dalam bentuk memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allah Azza wa Jalla dan melarang dari segala perbuatan syirik. Setelah itu, mengajak untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban yang Allah perintahkan dan meninggalkan perkara-perkara yang Allah haramkan. Inilah metode Dakwah yang diemban oleh para rasul ‘Alaihimus salam. Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : Sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl: 36)
5. Dakwah Salafiyyah berdiri di atas kesabaran terhadap segala cobaan, rintangan,
dan gangguan yang ditemui di jalan Dakwah yang agung ini.
Seorang yang menyeru kepada Dakwah Salafiyyah mesti bersabar terhadap segala cobaan, rintangan, dan gangguan yang ditemui dalam berdakwah. Tentunya tidak semua orang akan senang ketika Dakwah yang benar ini dilancarkan. Orang-orang yang hatinya berpenyakit akan selalu menghadang dakwah yang benar ini. Mereka akan berusaha untuk memadamkan cahaya Allah. Namun Allah tetap akan menyempurnakan cahayanya walaupun orang-orang yang musyrik dan kafir membencinya. Allah berfirman mengenai para Rasul yang menanggung beraneka ragam cobaan, rintangan, dan gangguan dalam berdakwah:
“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan kami terhadap mereka …” (Al-An’am: 34)
6. Dakwah Salafiyyah berdiri di atas akhlaq karimah yang terpuji dan adab sopan santun yang mulia.
Seorang yang menyeru kepada Dakwah Salafiyyah hendaknya menghias diri dengan akhlak karimah yang terpuji dan adab sopan santun yang mulia. sudah barang tentu bahwa semua itu harus diukur dan ditimbang dengan penilaian Al-Quran dan Sunnah dengan pemahaman Salaf, bukan dengan penilaian hawa nafsu, perasaan, adat istiadat, tradisi nenek moyang, organisasi, kelompok, aliran, tokoh tertentu, dan lain sebagainya. Demikian pula, berdakwah dengan hikmah yakni sesuai dengan cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Allah telah menjelaskan metode Dakwah yang penuh dengan hikmah, sebagaimana dalam Firman-Nya :
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, serta bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125)
7. Dakwah Salafiyyah berdiri diatas kesungguhan yang mapan dan tekad yang kuat tanpa mengenal putus asa dalam menyuarakan kebenaran.
Seorang yang menyeru kepada Dakwah Salafiyyah tidak boleh gampang berputus asa dalam menunggu pertolongan Allah dalam menunjuki umat kepada kebenaran. Walaupun dia harus menunggu dalam jangka waktu yang lama. Sebab, Dakwah ini mengemban amanah yang besar dan tidak mudah untuk diwujudkan. Bahkan penuh dengan resiko di dalam merealisasikannya. Oleh karena itu, seorang da’i salafi dituntut kesabarannya dalam menghadapi berbagai macam onak dan duri yang menghadangnya. Banyak contoh dari kesabaran para Rasul dalam menyampaikan Dakwah tauhid kepada kaumnya. Dakwah yang tidak dilandasi oleh kesabaran, akan mendulang kegagalan pada awal urusannya.
Demikianlah sekelumit tentang prinsip-prinsip Dakwah Salafiyyah yang agung dan mulia ini. Tentunya, masih banyak prinsip Dakwah Salafiyyah yang belum kami singgung dalam tulisan ini. Semoga beberapa prinsip yang telah disebutkan di atas bisa menjadi penyegaran dan perbaikan bagi keislaman kita pada masa mendatang.
Dinukil dari : Inilah Dakwah Kami oleh Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani
