Penulis : Ustadz Ruwaifi, Lc
Telah menjadi sunnatullah kalau kebanyakan manusia merupakan para penentang kebenaran. Maka menjadi ironi, ketika kebenaran kemudian diukur dengan suara mayoritas.
Apa yang kamu bawa itu salah, karena menyelisihi mayoritas masyarakat di sini…, kalaulah ajaran itu benar pasti diikuti oleh banyak orang …, jangan membawa yang aneh-aneh, masyarakat di sini tidak biasa dengan seperti itu…., ngono yo ngono neng ojo ngono!
Demikianlah sekelumit tentang fenomena yang terjadi di masyarakat kita. Hukum mayoritas ternyata memiliki peran penting didalam menilai kebenaran suatu ajaran dan dakwah. Jumlah mayoritas benar-benar menjadi tolok ukur bagi suatu kebenaran, dan suara terbanyak merupakan keputusan yang harus diikuti, walaupun bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.
Padahal setiap insan beriman pasti yakin bahwa kebenaran itu adalah segala apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman (artinya): “Kebenaran itu berasal dari Rabb-mu, maka jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Al Baqarah: 147) Baca entri selengkapnya »
