Arsip untuk Mei, 2008
Ditulis oleh Pengelola di/pada 30 Mei, 2008
Penulis: Redaksi Buletin Islam Al Wala’ Wal Bara’ Bandung
Kaidah Mashlahah dan Mafsadah
Kaidah ketiga dalam mengamalkan sunnah adalah mempertimbangkan antara mashlahah (kemaslahatan) dan mafsadah (kerusakan).
Terdapat kaidah syar’iyyah: “Apabila ada dua kerusakan saling berhadapan, maka dihindari yang paling besar bahayanya dengan melakukan yang paling ringan (bahayanya).”
Dan juga kaidah yang semisalnya: “Menghindari/menolak kerusakan lebih diutamakan daripada usaha mendatangkan kemaslahatan.” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Aqidah dan Manhaj, Nasehat | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 30 Mei, 2008
Penulis: Al Ustadz Abu Ilyas Su’aidi As Sidawi
1) Berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah dalam segala perkara, khususnya ketika terjadi perbedaan pendapat.
Allah Ta’ala, berfirman :
“Maka jika kalian berbeda pendapat dalam satu perkara, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul- Nya jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir” (Al-Qur’an surat An Nisa : 59)
2) Memahami Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman para shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik dan tidak dipahami sesuai dengan hawa nafsu maupun tokoh tertentu.
Allah Ta’ala, berfirman : Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Akhlaq dan Adab, Aqidah dan Manhaj | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 28 Mei, 2008
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
Wahai Muslimah !, ALLAH Ta’ala telah menciptakan makhluk di dalam rahimmu melalui kehamilan sebagai amanat syar’i bagimu dan merupakan sunnatullah. Untuk itu janganlah kamu tutup-tutupi amanat tersebut, sebagaiman firman-Nya :
“Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat.” [Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat : 228]
Janganlah kamu mencari alasan untuk menggugurkan kandunganmu dan menghindar darinya dengan cara apapun, karena ALLAH Ta’ala memberikan keringanan padamu dengan berbuka di bulan Ramadhan bilamana puasa itu menyusahkan dirimu atau puasa itu dapat membahayakan kehamilanmu. Sungguh, perbuatan aborsi (menggugurkan kandungan) tidak asing lagi di zaman ini. Padahal perbuatan ini adalah perbuatan yang diharamkan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Bid'ah-Bid'ah, Pernikahan | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 27 Mei, 2008
Penulis: Redaksi Majalah An Nashihah
Pertanyaan : Mana yang haq, boleh atau tidak boleh menghajikan orang mati ? Bagaimana tuntunannya ?
Jawab:
Asy Syaikh Abu Usamah Abdullah bin ‘Abdurrahim Al-Bukhari pada sore 5 syawal 1425 H, bertepatan 17/11/2004, menjawab sebagai berikut:
“Para ulama telah berbicara dalam masalah ini, dan mereka berkata bahwa boleh menghajikan orang telah meninggal dengan syarat orang yang (akan menghajikan) telah melakukan haji untuk dirinya sendiri, sebagaimana dalam hadits Syubrumah, tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang lelaki bertalbiyah, “Labbaikalla ‘an Syubrumah,” maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Apakah engkau telah haji untuk dirimu?” , “Belum” Jawabnya. Maka beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Berhajilah untuk dirimu, kemudian berhajilah engkau untuk Syubrumah.” Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Fatwa Ulama, Fiqh Ibadah | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 26 Mei, 2008
Penulis: Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al Hilaly
Sesungguhnya pada hari itu adalah hari yang penuh dengan kesabaran (hari dimana seseorang yang sabar menjalankan al haq dia akan mendapatkan pahala yang besar dan berlipat). Seseorang yang bersabar pada hari itu seperti seseorang yang memegang sesuatu di atas bara api, seseorang yang beramal pada hari itu sama pahalanya dengan 50 orang yang beramal sepertinya.”
Dari Abu Umayyah Asy Sya’ baniy berkata: Aku bertanya kepada Abu Tsa’labah: “Ya Aba Tsa’labah apa yang engkau katakan tentang ayat Allah yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian (tetaplah di atas diri-diri kalian); tidak akan bisa orang-orang yang sesat itu memberikan mudharat kepada kalian apabila kalian telah mendapatkan petunjuk.” (QS. Al Maidah: 105) Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Aqidah dan Manhaj | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 22 Mei, 2008
oleh : Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi
Dalam kitabnya yang berharga “Syarhus Sunnah”(Matan ke-25) Imam Al-Barbahari Rahimahullahu Ta’ala, berkata :
Tidak halal memerangi sulthan (penguasa), tidak pula memberontak kepadanya meskipun dia penguasa yang dzalim. Yang demikian itu berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam kepada Abi Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu :
“ Dengar dan ta’at, meskipun yang memerintah kalian seorang budak Habsyi”[Hadits shahih riwayat Muslim, Ahmad (3/171) dan Ibnu Majah]
Dan Sabda Beliau Shallallahu ‘alayhi wasallam :
“ Sabarlah !, hingga kalian menemuiku di telagaku (pada hari Kiamat)”.[Hadits Riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad] Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 19 Mei, 2008
Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani
Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah dalam Kitab Al-Jami’, Bab Adab dari Bulughul Maram :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda :
“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah kalian melihat kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah Ta’ala yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Muttafaq ‘alaih) Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Akhlaq dan Adab, Hadits, Nasehat | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 16 Mei, 2008
Penulis : Al-Ustadz Zuhair Syarif
Gejolak unjuk rasa atau demonstrasi yang saat ini sedang marak, mengundang komentar banyak pengamat. Sebagian mereka mengatakan : “Aksi unjuk rasa ini dipelopori oleh oknum-oknum.” Adapula yang berkomentar : “Tidak mungkin adanya gejolak kesemangatan untuk aksi kecuali ada yang memicu atau mengompori.” Sedangkan yang lain berkata : “Demonstrasi ini adalah ungkapan hati nurani rakyat.”
Namun dalam tulisan ini kita tidak menilai mana pendapat pengamat yang benar dan mana yang salah. Tetapi kita berbicara dari sisi apakah demonstrasi ini bisa digunakan sebagai sarana/alat dakwah kepada pemerintah atau tidak? Atau apakah tindakan ini bisa dikatakan sebagai jihad[1]? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Akhlaq dan Adab, Aqidah dan Manhaj | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 15 Mei, 2008
Banyak hadits-hadits yang tersebar di kalangan masyarakat menjelaskan keutamaan-keutamaan sebagian surat-surat Al-Qur’an. Namun sayangnya, banyak diantara hadits itu yang lemah, bahkan palsu. Maka cobalah perhatikan hadits berikut:
إن لكل شيء قلبا, وإن قلب القرآن (يس) , من قرأها فكأنما قرأ القرآن عشر مرات
“Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati, sedang hatinya Al-Qur’an adalah Surat Yasin. Barang siapa yang membacanya, maka seakan-akan ia telah membaca Al-Qur’an sebanyak 10 kali”. [HR. At-Tirmidziy dalam As-Sunan (4/46), dan Ad-Darimiy dalam Sunan-nya (2/456)]
Hadits ini adalah hadits maudhu’ (palsu), karena dalam sanadnya terdapat dua rawi hadits yang tertuduh dusta, yaitu: Harun Abu Muhammad, dan Muqotil bin Sulaiman. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Al-Qur'an, Bid'ah-Bid'ah, Hadits | Leave a Comment »
Ditulis oleh Pengelola di/pada 15 Mei, 2008
Oleh : Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta’
Soal: Saya dalam keadaan lumpuh tergeletak di atas kasur. Saya tidak mampu untuk bergerak. Maka bagaimana cara bagi saya untuk bersuci dalam rangka melaksanakan sholat? Bagaimana pula cara sholat saya?
Jawab: Pertama, berkaitan dengan masalah bersuci, wajib bagi seorang muslim untuk bersuci dengan menggunakan air. Seandainya dia tidak mampu menggunakannya disebabkan sakitnya atau yang lain maka dia bertayammum dengan debu yang suci. Kalau dia tidak mampu untuk itu, gugur baginya kewajiban bersuci dan dia sholat sesuai dengan keadaannya. Allah Ta’ala berfirman (artinya): Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Fatwa Ulama, Fiqh Ibadah | Leave a Comment »