…Berilmu Sebelum Berkata dan Berbuat…

Upaya Menghilangkan Kebodohan dari Diri Sendiri dan Orang Lain..

Arsip untuk April, 2008

Manusia itu Diberi Pilihan dan Dimudahkan..

Ditulis oleh Pengelola di/pada 30 April, 2008

Al-lajnah Ad-Daai’mah dalam fatwa no. 4513 tertanggal 4/11/1401H, berkata:

“Manusia itu diberi pilihan dan dimudahkan.”

- Adapun keadaan manusia diberi pilihan, karena ALLAH Ta’ala telah memberinya akal, pendengaran, penglihatan dan kehendak yang dengannya ia akan mengetahui yang baik dari yang jelek dan yang bermanfaat dari yang bermudharat. Manusia akan memilih yang sesuai baginya. Sehingga dengan itu pula terkait beban syariat berupa perintah dan larangan. Dia berhak mendapat balasan (pahala-pen) karena menta’ati ALLAH dan Rasul-Nya dan berhak disiksa karena bermaksiat kepada ALLAH dan Rasul-Nya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah dan Manhaj, Nasehat | Leave a Comment »

Adakah Ulang Tahun Islami ?

Ditulis oleh Pengelola di/pada 29 April, 2008

Penulis: Syaikh Muhammad As-Saalih Al-’Utsaimin

Tanya : Bagaimana hukum yang berkaitan dengan perayaan hari ulang tahun perkawinan dan hari lahir anak-anak ?

Jawaban : Tidak pernah ada (dalam syar’iat tentang) perayaan dalam Islam kecuali hari Jum’at yang merupakan Ied (hari Raya) setiap pekan, dan hari pertama bulan Syawaal yang disebut hari Ied al-Fitr dan hari kesepuluh Dzulhijjah atau disebut Ied Al-Adhaa – atau sering disebut hari ‘ Ied Arafah – untuk orang yang berhaji di ‘Arafah dan hari Tasyriq (tanggal ke 11, 12, 13 bulan Dzul-Hijjah) yang merupakan hari ‘Ied yang menyertai hari Iedhul ‘Adhaa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah dan Manhaj, Fatwa Ulama | Leave a Comment »

Muslimah dan Dakwah

Ditulis oleh Pengelola di/pada 29 April, 2008

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Bazz Rahimahullah
(Majmu’ Fatawa wa Maqaalat, 7/323-326)

Wanita sama seperti pria dalam kewajiban berdakwah kepada Allah dan beramar ma’ruf nahyi mungkar.

Dalil-dalil dari Al-qur’an dan Sunnah mencakup semuanya, kecuali yang dikecualikan oleh dalil. Ucapan para ulama juga jelas dalam hal itu. Diantara dalil dari Al-qur’an tentang hal itu (yang artinya): “Kaum mukminin dan mukminat, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian lainnya. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (At-Taubah : 71) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlaq dan Adab, Fatwa Ulama, Muslimah, Nasehat | Leave a Comment »

Hukum Air Laut dan Bangkai Binatang Laut

Ditulis oleh Pengelola di/pada 28 April, 2008

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullahu Ta’ala

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu ia berkata : “Seorang datang pada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami sering mengarungi lautan dan membawa sedikit air, kalau kami berwudhu dengannya maka kami akan kehausan, apakah kami boleh berwudhu dengan air laut?”, Rasululullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Ia (laut) thahur (suci mensucikan) airnya, lagi halal bangkainya.”[lihat Ash-Shahihah no. 480].

Dalam hadits ini terdapat faedah penting, yaitu: Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Fatwa Ulama, Fiqh Ibadah | Leave a Comment »

Siapakah yang Dimaksud dengan Shahabat dan Tabi’in ?

Ditulis oleh Pengelola di/pada 25 April, 2008

Definisi Shahabat

Shahabat adalah : setiap orang yang berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam dalam keadaan ia beriman kepadanya dan ia meninggal dalam keadaan Islam meskipun pernah diselingi murtad menurut pendapat yang shahih.

Penjelasan :

- Ungkapan berjumpa’ dalam definisi di atas lebih tepat dari pada perkataan sebagian ulama yang mendefinisikan dengan : “ Shahabat ialah : Setiap orang yang melihat Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam..”, sebab dengan definisi seperti itu akan mengeluarkan Ibnu Ummi Maktum dari kategori shahabat padahal dia adalah salah seorang muadzinnya Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam, demikian juga akan mengeluarkan orang-orang semisalnya dari kalangan shahabat-shahabat yang buta. Mereka adalah shahabat tanpa diragukan lagi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah dan Manhaj | Leave a Comment »

Sikap Ahlus Sunnah Terhadap Shahabat Nabi Radhiyallahu ‘anhum

Ditulis oleh Pengelola di/pada 24 April, 2008

Oleh : Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di

1. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullahu Ta’ala dalam kitabnya Al-Aqidah Al-Wasithiyah (matan ke-25) :

“Merupakan prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yaitu : Selamatnya (bersihnya) hati dan lisan (lidah) mereka terhadap para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam, sebagaimana ALLAH sifatkan di dalam firman-Nya :

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mengatakan : Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami beriman. Dan janganlah Kau jadikan di dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman.Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkai Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. (Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat : 10) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aqidah dan Manhaj | Leave a Comment »

Istri Shalihah dan Sifat-sifatnya

Ditulis oleh Pengelola di/pada 23 April, 2008

- Ketika para pemuda ditanya, engkau ingin menikah dengan wanita (baca: muslimah) yang seperti apa ?, sudah barang tentu mereka menjawab “Aku ingin menikah dengan wanita yang shalihah..”

- Ketika para suami ditanya, apa yang engkau dambakan dari istrimu?, pasti mereka akan menjawab “ Aku ingin istriku menjadi istri yang shalihah..”

- Ketika para pemudi dan para istri ditanya, “engkau ingin menjadi muslimah dan istri yang seperti apa ?”, tentunya mereka-pun berharap bahkan berlomba-lomba untuk menjadi seorang muslimah sekaligus istri yang shalihah.

Melihat betapa besarnya keutamaan dan kedudukan seorang istri yang shalihah dalam Islam, berikut ini kami nukilkan tentang sifat-sifat istri shalihah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam yang kami ambil dari tulisan Hasyim bin Hamid bin ‘Ajil Ar-Rifa’iy dalam karya beliau yang berjudul Al-Huquuqu Al Zaujiyah Fii Al Kitaabi Wa Al Sunnati Wa Bayaanu Da’wati Hurriyati Al- Mar’ati dengan harapan agar seorang istri dapat berakhlak dan menghiasi diri dengannya, sehingga sifat tersebut menjadi mahkota dan kebanggaan baginya sepanjang masa. Semoga bermanfaat, selamat menyimak… Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlaq dan Adab, Muslimah, Pernikahan | Leave a Comment »

Terpuji karena Memberi, Tercela karena Meminta-minta..

Ditulis oleh Pengelola di/pada 23 April, 2008

Dari Abu Sa’id Sa’d bin Sinan Al-Khudri radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, ia berkata : bahwa orang-prang Anshar meminta harta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam lalu beliau memberi, kemudian mereka meminta dan Beliau Shallallahu ‘alayhi wasallam memberi lagi sehingga harta yang ada di sisinya habis. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam menasehati mereka ketika Beliau memeberi harta pada masing-masing dari mereka : Kebaikan yang ada padaku tidak pernah aku simpan, barangsiapa menahan diri, tidak meminta-minta maka ALLAH Ta’ala akan memberikan padanya rizki dan tidak meminta-minta, barangsiapa meminta kecukupan kepada ALLAH Ta’ala maka ALLAH akan memberinya kekayaan hati dan barangsiapa bersabar maka ALLAH akan memberinya kesabaran. Dan tidaklah seorang diberi satu pemberian yang lebih baik dan luas daripada kesabaran”. [Hadits Riwayat Bukhari no. 1469, Muslim no.124 dan An-Nasa’i (5/95)] Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlaq dan Adab, Hadits, Nasehat | Leave a Comment »

Islam Mengajarkan Keadilan, Bukan Persamaan dalam Segala Hal

Ditulis oleh Pengelola di/pada 21 April, 2008

Oleh : Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ

قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa`: 34) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Al-Qur'an, Aqidah dan Manhaj, Muslimah | Leave a Comment »

Apa Hukum Membaca Shadaqallahul ‘azhim dan Mencium Al-Qur’an ?

Ditulis oleh Pengelola di/pada 21 April, 2008

Oleh : Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Al Ilmiyyah wal ifta’

1. Soal : Apa hukum membaca Shadaqallahul ‘azhim setelah membaca Al-Qur’an ?

Jawab : Bacaan Shadaqallahul ‘Azhim setelah selesai dari membaca Al Qur’an adalah bid’ah. Kerena hal tersebut tidak dikerjakan Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam dan para Khulafa’ur rasyidin dan tidak pula para shahabat Radhiyallahu ‘anhum dan para imam salaf Rahimahumullah padahal mereka adalah orang-orang yang banyak membaca Al qur’an, memuliakannya dan mengetahui kedudukannya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Fatwa Ulama, Fiqh Ibadah | Comments Off