Kenali Bid’ah dan Jenis-jenisnya..

Kata Bid’ah kerap kali kita dengar bukan?, bahkan kita diwajibkan untuk menghindarinya. Namun, bagaimana mungkin seorang muslim bisa menghindari jika tidak mengenali ?. Berkaitan dengan hal tersebut, saya akan coba sajikan sedikit penjelasan tentang definisi Bid’ah secara istilah (terminologi) Syar’i beserta jenis-jenisnya yang saya salin dari terjemahan kitab Al-Qoulul Mufid fii Adilatit Tauhid karya Al-‘Alamah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu Ta’ala. Semoga bisa bermanfa’at.

Definisi Bid’ah secara Istilah Syar’i

Bid’ah adalah : Setiap keyakinan, ‘amalan atau lafadz yang diada-adakan setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam dengan niat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada ALLAH Azza wa Jalla, padahal tidak ada dalil yang menunjukkannya baik dari Kitab (Al-Qur’an), Sunnah maupun dari perbuatan para pendahulu yang shaleh (salafush shaleh).

Adapun jenis- jenis Bid’ah terbagi menjadi 5, semuanya sesat dan sebagiannya lebih jelek dari yang lainnya.

1. Bid’ah I’tiqodiyah, yaitu : semua keyakinan yang menyelisihi Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah, seperti : orang yang meyakini bahwa Qutub-Qutub, Badal-badal dan Ghauts-Ghauts memiliki daya upaya di dalam (pengaturan) alam atau mengetahui yang ghaib. Ini merupakan kekufuran karena mengandung kesyirikan di dalam Rubbubiyyah ALLAH serta kesyirikan dalam Al-Asma wa shifat ALLAH Azza wa Jalla.

2. Bid’ah Lafdziyah, yaitu : semua lafadz yang dilafadzkan oleh seseorang dalam rangka beribadah sedangkan dia menyelisihi Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah, seperti : orang yang berdzikir kepada ALLAH dengan nama mufrad ‘ALLAH’ atau dengan nama ganti ‘HUWA’. Lihat Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala 10/226-229.

3. Bid’ah ‘Amaliyah, yaitu : semua gerakan yang muncul dari seorang manusia dalam rangka beribadah sedangkan gerakan itu menyelisihi Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah, seperti : orang yang berjoget atau bergoyang-goyang ketika berdzikir.

4. Bid’ah Maliyah, yaitu : semua harta yang dibelanjakan dalam rangka beribadah pada suatu perkara yang menyelisihi Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah, seperti : memberikan harta untuk membangun kubah-kubah di atas kuburan dan membuat tabut-tabut/peti-peti di atasnya.

5. Bid’ah Tarkiyah, yaitu : setiap orang yang meninggalkan sesuatu dari agama atau sesuatu yang mubah dalam rangka beribadah, seperti : orang yang tidak mau menikah atau tidak mau makan daging dalam rangka ibadah.

[Sumber : Terjemahan Kitab Al-Qoulul Mufid fii Adilatit Tauhid : Penjelasan tentang Tauhid, pengarang Asy-Syaikh Muhammad bin Adul Wahab bin Ali Al-Yamani Al-Wushobi Al ‘abdali, Edisi Indonesia. Penerjemah: Ummu Luqman Salma bintu Ngadino As-Salafiyyah, Muraja’ah: Abu Sa’id Hamzah bin Halil as-Salafy. Penerbit : Darul ‘Ilmi, Cet. Pertama, Agustus 2005.]

About these ads